18 Komponen Motor Starter, Gambar dan Fungsinya

Komponen Motor Starter – Sistem starter merupakan bagian dari kendaraan yang berguna untuk memberikan putaran awal mesin agar bisa berjalan. Setelah memutar flywheel maka mesin akan bekerja melalui siklus pembakaran dari ruang bahan bakar. 

Untuk menghidupkan mesin motor atau mobil masa kini banyak produsen menggunakan sistem starter. Pada mobil atau motor memiliki sistem starter berbeda mulai mekanik, elektrik maupun pneumatik.

Dengan melakukan starter mesin maka berbagai komponen akan aktif termasuk juga power steering. Kini mayoritas mobil atau motor sudah menggunakan sistem elektrik starter. Pada sistem tersebut terdapat berbagai komponen motor starter yang memiliki fungsi dan kegunaan tersendiri.

Keseluruhan komponen motor starter tergabung kedalam satu piranti elektronik yang menggabungkan prinsip elektrikal dan mekanikal. Prinsip kerja sistem starter adalah dengan memutar poros dari engkol mesin sehingga memicu pembakaran. Lalu apa saja kira-kira komponen motor starter tersebut?.

Jenis-Jenis Motor Starter

Secara umum motor starter terdapat tiga jenis, masing-masing jenis memiliki kelebihan dan kekurangan. Agar mengetahui lebih jelas akan ketiga jenis motor starter dapat simak langsung rangkuman sudah dipersiapkan sebagai berikut.

konvensional

Jenis pertama ada Konvensional, pada jenis tersebut memiliki sistem kerja dengan memanfaatkan pinion gear yang terhubung langsung flywhee. Pada jenis ini memiliki sistem terbilang sangat sederhana, jadi tenaga yang dihasilkan akan standar.

Reduksi

Kemudian berlanjut pada tipe kedua yakni Reduksi, memiliki ukuran terbilang lebih kecil dari konvensional. Jenis Reduksi akan sangat cocok sekali pada mobil-mobil mesin diesel. karena cara kerjanya memaksimalkan gigi tambahan dan putaran tersebut menjadi momen punir lebih kuat.

Planetary

Terakhir ada Planetary, sama seperti halnya dengan reduksi pada tipe ini membutuhkan gigi tambahan. Hanya saja bentuknya planetary atau memutar, namun secara keseluruhan memiliki fungsi sama saja.

Nah, itulah beberapa jenis motor starter sudah disampaikan kepada kalian semua. Meskipun memiliki perbedaan, akan tetapi memiliki fungsi serta cara kerja sama saja.

Komponen Motor Starter dan Fungsinya

Komponen Motor Starter
Komponen Motor Starter

Menggunakan starter menjadikan proses menghidupkan kendaraan jadi lebih cepat serta murah. Untuk motor, sistem starternya menggunakan tombol starter dan kick starter sedangkan untuk mobil dengan memutar kunci atau start/stop button.

Seluruh komponen starter ditampung dalam housing atau wadah lalu dikencangkan dengan berbagai jenis baut. Rangkaian starter untuk motor maupun mobil memang berbeda, namun untuk komponen dasar nya kurang lebih sama.

Prinsip kerja motor starter adalah dengan kaidah tangan kiri dari Fleming. Dimana jika pada tengah tengah magnet dialiri listrik maka muncul gaya elektromagnetik. Pada tengah medan magnet sudah ada konduktor yang bisa dialiri arus sehingga dapat melakukan putaran.

Untuk lebih memahami, kami akan memberikan informasi komponen motor starter beserta gambar dan fungsinya, agar lebih jelasnya silahkan simak langsung ulasan sebagai berikut.

1. Field Coil

Field Coil

Motor starter memang tidak menggunakan magnet yang permanen, oleh karena itu untuk daya elektromagnetiknya menggunakan komponen bernama field coil. Terbuat dari tembaga, field coil mampu menghantarkan arus listrik yang kemudian dihubungkan ke armature dengan rangkaian seri.

2. Yoke And Pole

Yoke And Pole

Yoke berfungsi mengikat pole core dan terbuat dari material logam dengan bentuk silinder. Sedangkan pole berfungsi menopang komponen field core dan juga memperkuat gaya magnetnya. Umumnya sistem starter memiliki 4 pole yang diikat dengan Yoke menggunakan baut.

3. Commutator

Commutator

Komponen motor starter berikutnya terletak pada depan armature dengan bentuk plat tembaga. Kegunaan commutator untuk menghubungkan arus listrik dan brush ke arah kumparan armature. karena terhubung dengan arus negatif dan positif maka commutator mampu mencegah terjadinya hubungan pendek arus listrik

4. Armature coil

Armature coil

Armature coil berbentuk kumparan yang berada pada sekitar poros motorik. Fungsi komponen ini sebagai pembangkit medan magnet yang kemudian mengalir ke field coil. Dengan material tembaga, komponen ini memiliki banyak lilitan dengan diameter besar

5. Armature Brake

Armature Brake

Fungsi dari komponen motor starter yang satu ini adalah sebagai pengereman apabila pinion gear terlepas dari flywheel. Tentunya komponen ini sangat berguna untuk memperpanjang usia pinion gear serta beberapa komponen lainnya.

6. Drive lever

Drive lever

Memiliki bentuk yang seperti garpu, Drive Letter berguna menggerakkan komponen pinion gear.  Bekerja menggunakan prinsip tuas, komponen ini akan melakukan ungkitan ke pinion gear saat ujung lain nya sudah terdorong ke arah yang berlawanan.

7. Drive Pinion Gear

Drive Pinion Gear

Bentuknya menyerupai roda gigi dan terletak pada ujung pinion shaft. Fungsinya adalah menghubungkan gaya putaran motor listrik ke engkol poros mesin via flywheel. Memang diamaternya lebih kecil dibandingkan flywheel namun mampu memutar engkol mesin berkat perbandingan gigi.

8. Drive Pinion Clutch

Drive Pinion Clutch

Komponen ini berguna ketika menghubungkan dan memutuskan putaran ke bagian flywheel. Peran dari pinion clutch sangat penting karena setelah kendaraan distarter arus perlu diputus karena mesin sudah hidup.

9. Solenoid Starter

Solenoid Starter

Solenoid starter berfungsi sebagai penggerak drive pinion serta memberikan tegangan pada bagian motor utama. Namanya solenoid karena berbentuk kumparan, komponen ini dibagi kedalam 2 jenis kumparan meliputi

  • Pull in coil : Berguna mendorong komponen plunger agar menggerakkan pinion
  • Hold in coil : Berguna menahan pergerakan dari pull in coil serta untuk menghubungkan aliran arus baterai ke bagian motor utama

10. Solenoid Cap

Solenoid Cap

Dapat dikatakan sebagai tutup solenoid dimana merupakan rangkaian penutup. Fungsinya adalah penghubung arus antara sistem dan aktuator starter. Solenoid cap memiliki 3 jenis terminal  didalamnya meliputi pada

  • Terminal C :  Adalah terminal untuk menyalurkan aliran arus utama dari komponen solenoid ke bagian motor starter supaya berputar. Secara langsung juga sebagai penghubung arus antara terminal 50 dan 30
  • Terminal 30 : Adalah terminal yang mendapatkan secara langsung aliran arus listrik dari bagian baterai
  • Terminal 50 : Adalah terminal yang langsung terhubung dengan bagian starter kunci kontak. Dari sinilah arus awal masuk dimana ketika aktif maka komponen solenoid akan bekerja.

11. Plunger

Plunger

Plunger secara langsung terletak di ujung bagian pull in coil. Kegunaannya untuk menghubungkan gerak pull in coil ke bagian drive lever. Plunger hanya berfungsi untuk batang penghubung, namun dibuat dari bahan kuat agar dapat bertahan dari daya tarikan pull in coil

12. Brush

Brush

Berbentuk rangkaian sikat yang berfungsi menghubungkan arus dari bagian static conductor ke bagian dynamic conductor. Brush secara langsung mengirimkan aliran arus listrik yang berasal dari terminal 50 ke bagian armature coil dimana berputar via commutator.

13. Magnetic Switch

Magnetic Switch

Sering disebut sebagai saklar magnet dimana terhubung secara langsung ke plunger. Fungsinya adalah untuk mematikan dan menghidupkan arus secara magnetik, sehinngga komponen tersebut sangat berpengaruh sekali.

14. Motor Housing

Motor Housing

Komponen motor starter yang terakhir adalah housing atau bisa juga disebut sebagai wadah. Tentunya housing digunakan untuk meletakkan berbagai komponen sistem starter. Material nya terbuat dari bahan logam dengan bentuk tabung.

15. Overrunning Clutch

Overrunning Clutch

Istilah lain untuk Overrunning Clutch adalah Freewhell. Komponen ini termasuk salah satu bagian yang ada pada transmisi jenis manual baik itu pada kendaraan roda dua ataupun roda empat.

Fungsi utama dari komponen ini yakni untuk bisa memastikan roda akan tetap berputar meskipun kondisi mesin dalam keadaan mati / tidak berputar. Adapun di dalam Overrunning Clutch sendiri terdapat beberapa bagian penting yang saling berkaitan, di antaranya seperti:

  • Inner race
  • Outer race
  • Rollers
  • Serta spring

16. Rotor

Rotor

Pada dasarnya rotor merupakan komponen dengan peran penting. Pasalnya bagian ini akan langsung terhubung dengan gear ketika kondisinya berputar. Dengan begitu nantinya komponen ini akan langsung bisa menggerakkan flywheel.

17. Flywheel

Flywheel

Seperti kami singgung di atas, Flywheel sendiri termasuk ke dalam salah satu komponen motor starter. Yang dimana komponen ini nantinya akan berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan energi kinetik pada mesin.

18. Baterai

Baterai

Dan komponen terakhir yang akan kita jumpai pada satu rangkaian Motor Starter adalah baterai. Memiliki peran penting karena merupakan sumber utama arus listrik yang akan menggerakan motor starter.

Tentu saja kondisi komponen motor starter ini juga perlu kalian jaga dengan baik. Terlebih lagi, bukan sekedar sebagai sumber listrik untuk sistem starter saja. Baterai juga memiliki peran lain sebagai sumber utama kelistrikan pada kendaraan.

Cara Merawat Motor Starter

Dikarenakan motor starter memiliki fungsi sangat penting, sangat disarankan melakukan perawatan secara rutin dengan tujuan komponen tersebut tetap awet. Jika masih bingung bagaimana cara merawatnya seperti apa, silahkan simak langsung rangkuman sebagai berikut.

1. Cek Kondisi Aki

Cara merawat agar motor starter awet, maka langkah pertama harus dilakukan ialah melakukan pengecekan pada bagian aki. Karena Aki memiliki peran sangat penting terhadap kinerja motor starter, jika aki soak maka kemungkinan besar berpengaruh pada komponen tersebut.

Sayangnya, beberapa orang jarang melakukan hal seperti ini. Tidak heran ketika kendaraan akan dihidupkan sangat susah dikarenakan mengalami kerusakan, padahal aki telah diganti dengan yang baru.

2. Jangan Memaksa Dinamo Starter

Jangan memaksakan dinamo starter ketika hendak hidupkan mesin, pada percobaan pertama dan kedua gagal maka sebaiknya hentikan saja. Silahkan gunakan kick starter pada motor, sedangkan pada mobil bisa didorong.

Jika sering memaksakan hal tersebut kemungkinan besar kerusakan tidak hanya pada dinamo starter saja, lama kelamaan akan merambat ke beberapa komponen yang saling berkaitan dengan motor starter.

3. Melakukan Perawatan Rutin

Cara terakhir bisa dilakukan agar motor starter tetap awet, silahkan melakukan perawatan rutin pada saat kendaraan melakukan service. Disini kalian bisa menanyakan langsung ke mekanik, apakah kondisinya masih bagus atau tidak.

Jika dirasa salah satu komponen pada motor starter rusak, maka dapat melakukan beberapa upaya seperti pergantian komponen. Atau bahkan melakukan pergantian semuanya, jika dirasa kerusakan cukup parah.

4. Melakukan Pengecekan Carbon Brush

Terdapat beberapa cara bisa dilakukan oleh setiap pemilik kendaraan ketika melakukan perawatan pada motor starter. Silahkan melakukan pengecekan oada carbon brush dinamo starter apakah masih dalam konsisi baik atau tidak.

Dengan melakukan pengecekan secara rutin, maka bisa diketahui sejak dini jika komponen tersebut mengalami kerusakan. Jadi kalian semua tahu kapan waktu tepat untuk mengganti carbon brush dinamo starter.

Kesimpulan

Dari berbagai komponen diatas memang kinerjanya adalah satu kesatuan. Ketika motor atau mobil di starter maka semua komponen diatas akan bekerja untuk menghasilkan daya ke poros dari engkol mesin sehingga dapat berputar.

Kurang lebih seperti itu kira-kira penjelasan singkat tentang komponen starter motor serta gambar dan fungsinya untuk kali ini dapat otoflik.com sampaikan. Semoga bisa membantu dan dapat menjadi referensi menarik.