Pajak Progresif Mobil 2020 : Cara Mengetahui dan Menghitung

Pajak Progresif Mobil – Memiliki sebuah kendaran seperti mobil atau motor memang menjadi impian bagi banyak orang. Karena dua jenis kendaraan tersebut akan dapat memberikan kemudahan dalam urusan transportasi. Tidak heran apabila saat ini rata-rata masyarakat di tanah air memiliki kendaraan pribadi.

Hal tersebut juga di dukung dengan kemudahan proses pembelian mobil atau motor dengan sistem cicilan atau kredit. Dengan begitu tidak sedikit pula masyarakat yang memiliki kendaraan pribadi baik motor atau mobil lebih dari 1 unit. Terlebih lagi kepemilikan kendaran pribadi terutama mobil, memang bisa menjadi sebuah aset berharga.

Namun dibalik itu semua tentu akan ada konsekuensinya. Salah satunya yaitu akan dikenakan pajak progresif mobil. Lantas apa itu pajak progresif? Pajak progresif merupakan tarif pungutan pajak dengan persentase yang didasarkan pada sedikit banyaknya objek pajak (mobil) danberdasarkan harga atau nilai objek pajak tersebut.

Dengan begitu semakin banyak mobil yang kalian miliki, otomatis akan membuat tarif pajak harus dibayarkan semakin meningkat. Belum lagi jika nilai objek pajak mengalami kenaikan. Pengenaan pajak progresif sendiri akan ditetapkan pada kendaraan yang mempunyi nama dan alamat tempat tinggal pemilik yang sama.

Cara Mengetahui dan Menghitung Pajak Progresif Mobil

Cara Mengetahui dan Menghitung Pajak Progresif Mobil

Selain itu acuan lain pengenaan pajak progresif juga dilihat dari KK (Kartu Keluarga). Dengan begitu meski beda nama satu alamat dan masih satu KK maka pengenaan pajak progresif masih dinyatakan berlaku. Lantas bagaimana cara mengetahui dan cara menghitung pajak progresif mobil bagi mereka yang punya mobil lebih dari satu?.

Dasar Pengenaan Pajak Progresif

Dasar Pengenaan Pajak Progresif Kendaraan

Mengacu pada pejelasan diatas, apakah kepemilikan 1 mobil dan 1 motor kena progresif? Tentu saja tidak, mengingat pajak progresif mobil dan motor hanya dikenakan pada orang yang memilikinya lebih dari 1 dengan nama dan alamat yang sama.

READ  4 Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Mobil yang Benar Terbaru 2020

Selain itu pengenaan pajak progresif  juga akan dibebankan dengan mengacu pada beberapa unsur penting yang menjadi dasar pengenaan pajak progresif. Lantas apa saja dasar pengenaan pajak progresif kendaaan tersebut?

  1. Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB). Namun NJKB ini bukanlah harga pasaran umum yang ada. Tetapi merupakan harga atau nilai yang telah ditetapkan oleh Dispenda (Dinas Pendapatan Daerah) yang sebelumnya telah mendapatkan data dari setiap Agen Pemegang Merk (APM) yang ada di Indonesia.
  2. Bobot atau efek negatif yang akan ditimbulkan dari kendaraan tersebut dan bisa merefleksikan tingkat kerusakan jalan yang telah dinyatakan dalam koefisien nilai satu atau lebih.

Kedua dasar tersebut menjadi poin utama agar kita bisa mengetahui dan menghitung besaran pajak progresif mobil yang harus kita bayarkan. Pemberlakuan pajak progresif juga bisa dibilang sudah hampir merata, seperti halnya di DKI Jakarta yang menerapkan pajak tersebut dari tahun 2010.

Sementara di Jawa Tengah, pemerintah baru menetapkan pajak progresif kendaraan di tahun 2018 dan di Jawa Barat serta Palembang baru ditetapkan mulai tahun 2011 lalu. Dengan begitu pajak progresif mobil ini bisa dibilang sudah merata di seluruh daerah di Indonesia.

Tarif Pajak Progresif Mobil

Persentase Tarif Pajak Progresif Mobil

Berapa besaran persentase tarif pajak mobil yang harus di tanggung pada masyarakat yang memiliki lebih dari 1 mobil atau 1 motor dengan nama dan alamat yang sama?. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 mengenai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, besaran persentase tarif pajak progresif mobil ditetapkan dengan urutan sebagai berikut.

Urutan KepemilikanPersentase Tarif Pajak
Mobil Pertama1,5%
Mobil Kedua2%
Mobil Ketiga2,5%
Mobil Keempat & Seterusnya4%

Rumus Pajak Progresif Mobil

Rumus Penghitungan Pajak Progresif Mobil

Bagi kalian yang saat ini memiliki tanggunan untuk membayar pajak progresif mobil, tetapi belum tahu berapa kiranya biaya yang harus di keluarkan. Tidak perlu khawatir, karena ada cara mengetahui serta cara menghitung pajak progresif mobil tersebut dengan menggunakan rumus berikut ini.

Pertama kalian perlu menghitung NJKB dengan rumus penghitungannya adalah (PKB/2) x 100.  Nilai PKB bisa dilihat dibalik STNK mobil. Dan setelah kalian mengetahui nilai NJKB dengan rumus diatas, kalikan dengan persentase tarif pajak progresif mobil sesuai dengan urutan kepemilikan yang kalian miliki.

READ  10 Kamera Mundur Mobil Terbaik dan Harga Murah 2020

Apabila sudah mengetaui nilai pajak progresif tersebut, maka lanjutkan dengan menambahkan nilai SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan). Sementara untuk kendaraan kedua, ketiga dan seterusnya, kalian hanay perlu mengalikanya sesuai dengan persentase urutan kepemilikan.

Cara Menghitung Pajak Progresif Mobil

Contoh Cara Menghitung Pajak Progresif

Bagaimana apakah masih bingung dengan cara menghitung pajak progresif mobil setelah kami jelaskan rumusnya diatas? Jika masih, berikut otoflik.com simulasikan dengan keadaan sebagai berikut.

Pak Samsudin memiliki 4 buah unit jenis mobil yang mempunyai tipe serta tahun sama dengan nilai PKB Rp 1.200.000 danSWDKLLJ Mobil Rp 145.000. Berapa kiranya pajak progresif yang harus di bayarkan Pak Samsudin untuk tiap mobilnya?.

Pertama kita hitung nilai NJKB  dengan cara :

  • NJKB = (PKB/2) x 100
                = (Rp 1.200.000/2) x 100
                = Rp 60.000.000

Setelah mengetahui nilai NJKB diatas, mari kita simulasikan penghitunganpajak progresif untuk tiap mobilnya.

Mobil Pertama :

  • PKB = Rp 60.000.000 x 1,5% = Rp 900.000
    SWDKLLJ = Rp 145.000
    Total = Rp 1.045.000

Mobil Kedua :

  • PKB = Rp 60.000.000 x 2% = Rp 1.200.000
    SWDKLLJ = Rp 145.000
    Total = Rp 1.345.000

Mobil Ketiga :

  • PKB = Rp 60.000.000 x 2,5% = Rp 1.500.000
    SWDKLLJ = Rp 145.000
    Total = Rp 1.645.000

Mobil Keempat : 

  • PKB = Rp 60.000.000 x 4% = Rp 2.400.000
    SWDKLLJ = Rp 145.000
    Total = Rp 2.545.000

Seperti itu kiranya simulasi cara menghitung pajak progresif yang harus dibayarkan oleh Pak Samsudin untuk keempat mobilnya. Dari simulasi diatas, bisa dipastikan bahwa besaran pajak progresif mobil akan berbeda-beda untuk setiap mobilnya.

Jadi bagi kalian yang saat ini ingin mengetahui besaran pajak progresif mobil, maka silahkan hitung sendiri dengan menggunakan rumus yang sudah otoflik.com sampaikan diatas. Dan semoga informasi diatas bisa membantu.

Tags: , , , ,