Apa Itu Tensioner : Fungsi, Jenis, dan Cara Memasang

Apa Itu Tensioner – Sering dijumpai pada sepeda motor dengan mesin bertipe 4 tak, tensioner merupakan satu bagian yang memiliki perananan cukup penting didalam sebuah rangkaian mesin sepeda motor. Secara fisik komponen ini memang cukup kecil bila di bandingkan dengan komponen lain yang ada di dalam rangkaian mesin sepeda motor.

Akan tetapi keberadaan komponen ini akan dapat membuat mesin bisa memiliki suara yang halus. Tidak heran jika peranan yang begitu penting ini harus selalu di perhatikan oleh para pemilik sepeda motor. Namun, tidak jarang banyak sekali orang yang justru melalaikan kesehatan komponen ini mengingat letaknya yang berada di blok mesin.

Jika bicara mengenai tensioner, kita tidak akan bisa jauh-jauh dari komponen bernama rantai keteng motor. Pasalnya komponen tensioner ini masih berkaitan langsung dengan rantai keteng didalam rangkaian mesin motor. Sampai dengan saat ini, setidaknya terdapat tiga jenis tensioner motor yang mungkin perlu kalian ketahui.

Ketiga jenis tersebut hanya berbeda pada bagian penyetelannya saja. Namun tujuan utama dan fungsi utama dari tensioner sendiri masih tetap sama yaitu sebagai penjaga ketegangan rantai keteng sesuai dengan yang di butuhkan mesin. Apabila kondisi komponen ini sedikit terganggu, biasanya akan terjadi banyak masalah pada mesin.

Apa Itu Tensioner : Fungsi, Jenis, & Cara Memasang

Apa Itu Tensioner

Maka dari itu otoflik.com sarankan untuk tetap selalu menjaga dan mempertahankan kondisi tensioner motor agar tetap dalam keadaan baik. Hal ini sebenarnya cukup mudah dilakukan yaitu dengan selalu melakukan service sepeda motor kalian secara rutin, dan selalu katakan pada mekanik yang menangani untuk melihat kondisi tensioner tersebut.

Apa Itu Tensioner ?

Tensioner merupakan komponen yang terdapat pada mesin motor yang banyak disebut sebagai salah satu kompnen bebas perawatan, sehingga jarang sekali diperhatikan para pemilik sepeda motor. Memiliki bentuk yang cukup kecil, tetapi peranannya bisa dibilang cukup penting karena masih berkaitan dengan rantai keteng motor.

READ  Power Steering Apa Itu ? dan Bagaimana Cara Kerjanya

Fungsi Tensioner

Seperti yang sudah kami sampaikan diatas, fungsi tensioner pada sebuah sepeda motor yaitu untuk menjaga ketegangan rantai keteng agar tetap sesuai dengan yang di butuhkan oleh mesin. Apabila fungsi utama dari komponen ini tidak bekerja dengan baik, akan membuat mesin motor berisik.

Bahkan apabila hal tersebut tetap kalian biarkan akan menimbulkan beberapa masalah besar pada mesin motor. Seperti halnya posisi gir noken as yang bisa berpindah karena rantai keteng kendor. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan piston dan payung klep akan berbenturan.

Jenis – Jenis Tensioner

Setelah kalian memahami apa itu tensioner motor, tidak ada salahnya kalian juga harus memahami dan mengerti beberapa jenis tensioner motor yang ada saat ini. Yang dimana seperti diatsa sudah kami sampaikan, setidaknya saat ini ada 3 macam jenis tensioner yaitu,

Tensioner Manual

Tensioner Manual

Jenis tensioner yang pertama yaitu Tensioner Manual, yang dimana proses pengaturan pada tensioner ini dapat di lakukan secara manual dengan cara melonggarkan mur pengunci terlebih dahulu.

Setelah itu kalian dapat melakukan penyetelan sesuai dengan kebutuhan sehingga mesin motor akan dapat mengeluarkan bunyi yang halus dan tidak berisik.

Tensioner Semi Otomatis

Tensioner Semi Otomatis

Kemudian jenis yang kedua yaitu Tensioner Semi Otomatis. Pada jenis ini kalian akan dapat melakukan pengaturan yang sedikit lebih mudah di bandingkan dengan tensioner manual diatas.

Dimana untuk melakukan pengaturannya, kalian hanya perlu melonggarkan baut penahan dibagian batang penegang. Jika batang penegang terdrong oleh pegas tensioner ke depan, dan dirasa mesin sudah mengeluarkan suara halus, silahkan kencangkan kembali baut tersebut.

Tensioner Otomatis

Tensioner Otomatis

Sementara jenis tensioner motor yang ketiga yaitu tensioner Otomatis. Sesuai namanya, pada jenis ini kalian tidak perlu melakukan penyetelan tensioner karena pegas tensioner akan secara otomatis menekan batang pegas pada saat rantai keteng sudah mulai mengendor.

Cara Memasang Tensioner

Apabila sudah mengerti tentang apa itu tensioner, fungsi dan juga jenisnya. Mungkin ada diantara flikermania yang ingin mengetahui bagaimana cara memasang tensioner pada sepeda motor. Oleh karena itu, sebelum kita mengakhiri pembahasan kali ini, tidak ada salahnya kami rangkumkan pula cara memasang tensioner rantai keteng motor yang baik dan bernar.

READ  Apa Itu Rem ABS ? Bagaimana Cara Kerja Rem ABS

Peralatan yang Dibutuhkan

Sebelum mulai melakukan pemasangan, ada bagiknya siapkan terlebih dahulu beberapa macam peralatan yang perlu dan harus di siapkan agar kalain lebih mudah melakukan proses pemasangan. Apa saja peralatan tersebut ?

  • Siapkan satu obeng ( – ) Minus.
  • Siapkan juga kunci shock ukuran 8 mm.
  • Lalu siapkan juga kunci ring dan pas ukuran 8 mm.

Cara Pasang Tensioner Rantai Keteng

Cara Memasang Tensioner

Jika dirasa semua peralatan yang dibutuhkan tersebut sudah kalian siapkan semuanya. Maka sekarang tinggal bagaimana cara memasanganya. Untuk itu simak artikel terbaru otoflik.com berikut ini.

  1. Pertama silahkan kalian atur terlebih dahulu stud tensioner sampai pada titik terpendek, untuk melakukan hal ini silahkan putar tensioner ke arah kanan dengan menggunakan obeng minus ( – ).
  2. Setelah itu, silahkan kalian tahan stud dengan menggunakan pin pengganjal. Hal ini bertujuan agar pin pengganjal tidak maju.
  3. Barulah kalian memasang tensioner rantai keteng dengan cara memasang baut-bautnya terlebih dahulu untuk menyatukan tensioner dengan badan motor.
  4. Pastikan pin pengganjal tidak terlepas pada saat porses pemasangan.
  5. Apabila sudah terpasang dengan rapi, silahkan kalian lepas pin pengganjal tersebuat. Lakukan dengan perlahan.
  6. Jika sudah tidak ada pengganjal, maka secara otomatis stud akan maju sesauai dengan panjang yang di butuhkan utuk menekan rantai keteng.
  7. Jika dirasa semua sudah benar, langkah terakhir hanya tinggal menutup lubang adjuster kemudian silahkan kalian kencangkan dengan menggunakan kunci ring berukuran 8 mm yang sudah kalian siapkan.

Seperti itulah bagaimana cara memasang tensioner rantai keteng pada sebuah sepeda motor. Dan pastinya untuk pengaturanya disesuaikan dengan jenis atau tipe tensioner yang kalian gunakan.

Demikian kiranya informasi yang bisa kami bagikan pada kesempatan kali ini, simak juga artikel menarik dari otoflik mengenai Pulser Motor yang mungkin juga perlu untuk kalian ketahui secara lengkap.

Semoga informas iyang sudah kami rangkum diatas dapat bermanfaat dan bisa menjadi referensi yang cukup menarik untuk kalian simak.

Tags: , ,