8 Komponen Sistem Airbag Mobil : Jenis, Fungsi dan Cara Kerja

Komponen Sistem Airbag – Faktor keselamatan berkendara selalu menjadi prioritas utama bagi produsen otomotif diseluruh dunia. Sampai dengan sekarang, telah banyak invoasi dikeluarkan tiap-tiap produsen untuk menunjang faktor keselamatan para pengguna mobil.

Dari begitu banyaknya inovasi, Airbag sepertinya menjadi salah satu sistem keselamatan berkendara yang selalu disematkan produsen mobil. Hal tersebut karena sistem Airbag dianggap cukup mampu membuat para penumpang lebih aman ketika terjadi benturan.

Sistem aribag di kendaraan roda empat atau lebih dikenal dengan Supplementary Restraint System (SRS) dalam bahasa teknik. Merupakan sebuah fitur keselamatan yang umum kita lihat di kendaraan roda empat.

Dalam penerapannya, fitur keselataan penumpang ini pertama kali diperkenalkan oleh General Motors pada tahn 1970-an lalu. Namun saat pertama kali diperkenalkan bukan Airbag namanya, melainkan ACRS (Air Cussion Restrain System).

Komponen Sistem Airbag Mobil Beserta Fungsinya

Sama halnya dengan sistem keselamatan di beberapa kendaraan lainnya, sistem Airbag mobil juga punya beberapa komponen penting yang saling terhungung. Dan dibawah ini akan kami jelaskan secara rinci beberapa komponen sistem airbag kendaran roda empat beserta fungsi dan juga cara kerjanya.

Fungsi Airbag Pada Mobil

Fugnsi Airbag Pada Mobil

Bagi kalian yang belum tahu, fungsi airbag yaitu sebagai fitur keselamatan atau safety drive untuk melindungi setiap pengemudi atau penumpang mobil saat terjadi benturan secara keras ketika kecelakaan.

Fitur ini otomatis bekerja ketika adanya benturan dari bagian depan kendaraan dengan daya besar. Membuat airbag mengembang dari sisi kemudi ataupun dasboard sehingga melindungi penumpang dari hal yang tak diinginkan.

Jenis Airbag Pada Mobil

Jenis Airbag Pada Kendaraan Roda 4

Setelah mengetahui fungsi utama sistem airbag seperti otoflik.com jelaskan diatas. Berikut ada beberapa jenis jenis sistem airbag di kendaraan roda empat yang mungkin banyak digunakan sekarang.

Front Airbag

Sesuai namanya, sistem airbag ini terletak dibagian penumpan, terutama bagian pengemudi. Jenis front airbag setidaknya punya dua komponen utama, yakni driver airbag yang terpasang di dashboard depan dan passenger airbag yang terletak dibagian tempat duduk penumpang depan.

Side Aribag

Kemudian ada pula jenis side airbag atau airbag samping. Sesuai namanya, sistem keselamatan Side Aribag terletak di samping pengemudi atau penumpang. Biasanya fitur ini terletak pada bagian pintu, sehingga saat ada benturan dari arah samping, resiko cidera dapat diminimalisir.

Tirai Aribag (Rollover)

Jenis airbag terakhir adalah Tirai Airbag atau Rollover, dimana jenis tirai aribag difungsikan untuk melindungi penumpang apabila kecelakaan yang terjadi menyebabkan mobil terguling. Untuk penempatannya jenis ini ada dibagian atas dan juga samping penumpang.

Komponen Sistem Airbag Mobil

Dari semua jenis sistem airbag diatas, semuanya memiliki komponen dan cara kerja serupa. Dimana beberapa komponen sistem airbag tersebut meliputi:

Airbag Inflator

Airbag Inflator

Komponen pertama yakni Airbag Inflator, komponen airbag inflator menjadi bagian dari modul airbag yang diharuskan bekerja dengan baik agar kantung udara di dalam modul airbag bisa keluar untuk memberi perlindungan kepada pengemudi atau penumpang.

Sensor Crash (Tabrakan)

Sensor Crash

Berikutnya ada komponen bernama Sensor Crash atau sensor tabrakan. Sama halnya dengan sensor pada mobil yang lain, fungsi utama dari sensor crash airbag yakni untuk membaca kapan kantong udara harus dikembangkan.

Sensor crash sudah dilengkapi sistem komputerisasi dan hanya bekerja ketika kendaraan tiba-tiba berhenti di saat melaju. Umumnya sensor crash sistem airbag bekerja ketika ada benturan keras ketika kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi.

Diagnostic Monitoring Unit

Diagnostic Monitoring Unit

Komponen sistem aibag berikutnya adalah Diagnostic Monitoring Unit, komponen ini berfungsi untuk mengecek semua sistem rangkaian airbag berfungsi atau tidak saat pertama kali kendaraan dinyalakan.

Jadi ketika kantung udara airbag sudah mengembang akibat kecelakaan, mau tidak mau harus dibawa ke bengkel khusus airbag untuk melakukan penyetelan ulang komponen satu ini.

Lampu Indikator Airbag

Lampu Indikator Airbag

Sementara itu komponen lain di sistem airbag perlu untuk kalian ketahui yakni lampu indikator airbag. Hampir semua mobil dengan fitur airbag tentu dilengkapi lampu idikator yuang letakan dibagian panel instrumen.

Lampu indikator airbag secara otomatis menyala ketika kendaraan dinyalakan dan komponen diagnostic monitoring bekerja. Apabila terjadi kegagalan di sistem airbag setelah pemeriksaan selesai, maka lampu indikator tetap menyala. Jika tidak ada masalah, tentunya lampu tersebut mati secara otomatis.

Kumparan Koneksi

Kumparan Koneksi

Berikutnya ada komponen bernama Kumparan Koneksi, pada sistem airbag mobil komponen kumparan koneksi befungsi untuk menghubungkan setir dengan sistem airbag. Hanya saja komponen ini tidak terdapat disemua bagian airbag.

Karena biasanya produsen hanya meletakan komponen kumparan koneksi di airbag samping pengemudi. Namun dibeberapa jenis mobil, komponen kumparan koneksi juga diletakan di bagian sisi penumpang yang memiliki airbag untuk keselamatan penumpang dikuri belakang.

Kantong Udara

Kantong Udara

Selain komponen komponen diatas, salah satu komponen penting dari sistem airbag mobil adalah kantong udara. Dimana kantong udara merupakan komponen berfungsi sebagai tas yang akan mengembang.

Mengembangnya kantong udara sendiri terjadi sesuai perintah dari sensor crash. Dan komponen sistem airbag kantong udara akan mengembang tepat dibagian samping atau depan penumpang atau pengemudi.

Biasanya kantong udara airbag terbuat dari bahan kain nilon dengan dilapisi oleh perisai panas. Oleh karena itu kantong udara akan tetap mengembang ketika ada suhu panas tinggi di saat terjadi kecelakaan.

Wiring Harness

Wiring Harness

Dan komponen sistem airbag berikutnya adalah Wiring Harness. Fungsinya sabagai rangkaian kabel untuk menghubungkan semua komponen sistem airbag di dalam kendaraan roda empat.

Komponen ini benar-benar harus dijaga kondisinya, mengingat saat ada satu bagian kabel putus, maka seluruh sistem airbag mobil tidak akan bekerja dengan semestinya.

Cover

Cover Airbag

Komponen terakhir sistem airbag di kendaraan terakhir adalah Cover, fungsi utamanya sebagai penutup kantung udara airbag mobil. Biasanya cover airbag akan dilengkapi cap airbag atau SRS untuk memberitahu bahwa bagian tersebut terdapat airbagĀ  didalamnya.

Cara Kerja Sistem Airbag Mobil

Cara Kerja Sistem Airbag Pada Mobil

Lalu bagaimana cara kerja sistem airbag kendaraan? cara kerjanya sangatlah simple, dimana ketika terjadi kecelakaan dengan benturan keras dan diterima oleh sensor crash. Maka sensor akan memberitahukan ACU (Airbag Control Unit) untuk mengkalkulasi serta membandingkan dengan safing sensor.

Ketika hasil dari perbandingan tersebut mengharuskan airbag harus dikembangkan, maka secara otomatis ACU akan mengaktifkan inflator untuk membakar propellant grain agar menghasilka gas mengembangkan airbag dan secara perlahan akan secara perlahan mengempis dalam waktu 0.2 detik.

Seperti itu kiranya komponen dan cara kerja sistem airbag kendaraan yang dapat otoflik.com sampaikan. Perlu diketahui bahwa sistem airbag hanya akan aktif apabila terjadi benturan secara keras saat mobil melaju dengan kecepatan minimal 25 km/jam.