10 Komponen Mobil Listrik dari Fungsi, Gambar & Bagian

Komponen Mobil Listrik – Teknologi yang terus berkembang pesat membawa banyak sekali perubahan diberbagai bidang. Tidak terkecuali perubahan pada sektor otomotif yang terus mengalami peningkatan di hampir semua sektor.

Tak hanya sekedar menambah teknologi atau fitur baru, namun terus meningkatnya perkembangan ini juga membawa para pabrikan otomotif menghadirkan inovasi baru. Termasuk inovasi pembuatan mobil listrik atau mobil tanpa sistem pembakaran.

Dengan mengganti posisi mesin bakar dengan motor listrik atau motor traksi yang ditenagai oleh battery sebagai supply tenaga utamanya. Membuat mobil-mobil listrik benar-benar bisa menjadi mobil masa depan yang begitu ramah lingkungan.

Menariknya sampai saat ini sudah ada beberapa pabrikan mobil ternama yang memproduksi dan merilis mobil listrik. Salah satunya Hyundai, dimana hampir semua mobil listrik Hyundai punya desain dan tampilan gagah.

Komponen Mobil Listrik dari Fungsi dan Gambar

Namun bukan masalah merek atau tipe mobil listrik yang akan kita bahas kali ini. Melainkan sesuai judul diatas, kali ini otoflik akan berbagai pengetahuan terkait komponen mobil listrik dan fungsinya, yang mungkin masih banyak orang belum mengetahuinya.

Komponen Mobil Listrik Utama

Membahas mengenai komponen mobil listrik, sebenarnya setiap jenis mobil listrik punya susunan komponen berbeda-beda. Namun dari semua itu ada beberapa komponen utama yang akan selalu ada. Nah beberapa komponen utama mobil listrik tersebut antara lain:

1. Traction Battery Pack / Baterai Traksi

Traction Battery Pack

Di posisi pertama ada komponen utama mobil listrik bernama Traction Battery Pack atau baterai traksi. Komponen ini dibuat dalam bentuk yang kokoh dan kekar serta mempunyai fungsi untuk sistem penyimpanan energi listrik searah atau DC (Direct-Current).

Dalam pengembangannya, baterai traksi ini ada berbagai macam jenis. Namun jenis Lithium-ion Battery menjadi salah satu tipe atau jenis paling banyak digunakan pada mobil listrik yang ada saat ini. Hal tersebut karena baterai jenis ini punya daya tahan yang baik.

Komponen mesin mobil ini akan mengalirkan listrik DC ke inverter untuk memutar atau menggerakan motor traksi ketika ada sinyal dari controller. Umumnya jenis baterai traksi akan dapat diisi ulang atau rechargeable battery untuk penggunaan jangka panjang.

2. Power Inverter / Inverter Daya

Power Inverter

Seperti penjelasan diatas, baterai traksi akan bekerja memberi arus ke bagian inverter ketika ada sinyal dari controller. Nah inverter sendiri merupakan komponen mobil listrik yang akan mengubah arus DC / arus searah dari baterai menjadi arus AC / arus bolak balik.

READ  4 Jenis Mobil Listrik dari Cara Kerja, Konstruksi & Contoh

Hasil akhir arus listrik yang telah dikonversi tersebut nantinya digunakan untuk menggerakan atau memutar motor traksi (motor listrik) sebagai bagian dari komponen penggerak utama mobil listrik. Namun selain itu ada pula fungsi lain dari komponen bernama inverter atau power inverter.

Fungsi lain tersebut yakni sebagai pengubah arus AC yang dihasilkan saat mobil listrik melakukan pengereman menjadi arus DC. Tujuannya sebagai pengisi baterai pack, sehingga kondisi arus atau tegangan di dalam baterai kembali terisi. Inverter yang dipakai biasanya berjenis bi-directional inverter.

3. Controller

Controller

Selanjutnya ada komponen bernama Controller, komponen mobil listrik ini juga menjadi salah satu komponen utama yang harus ada. Hal tersebut mengingat fungsi utama dari komponen satu ini sebagai pengatur energi di dalam baterai pack serta inverter untuk kemudian disalurkan ke motor traksi.

Dalam sistem kerjanya, controller ini akan bekerja ketika ada input dari pedal mobil yang tentu saja pedal tersebut diatur secara keseluruhan oleh pengemudi. Nah lewat controller inilah tegangan serta frekuensi yang masuk ke motor listrik akan diatur guna menentukan kecepatan laju mobil.

4. Motor Traksi

Motor Traksi

Komponen mobil listrik utama yang terakhir yaitu motor traksi. Motor traksi sendiri merupakan sebuah dinamo listrik yang mempunyai peran penting dalam rangkaian mobil listrik. Mengingat fungsi utamanya sebagai pemberi daya putar transmisi dan juga roda.

Dengan adanya komponen inilah mengapa mobil listrik dapat berjalan. Sampai dengan saat ini ada cukup banyak sekali jenis dan tipe mobil traksi, namun jenis motor traksi BLDC (Brushless DC Traction Motor) menjadi salah satu jenis paling banyak diaplikasikan pada mobil listrik.

Komponen Mobil Listrik Lainnya

Selain komponen-komponen diatas, ada beberapa komponen lain yang ada pada mobil listrik. Nah beberapa komponen tersebut meliputi:

5. Charger

Charger

Komponen pendukung atau pelengkap mobil listrik lain harus kalian pahami adalah Charger. Seperti namanya, fungsi utama dari komponen satu ini yakni sebagai alat untuk mengisi ulang baterai pack mobil listrik.

Caranya dengan memanfaatkan aliran listrik AC PLN yang kemudian diubah menjadi aliran listrik DC untuk disimpan di dalam baterai pack tersebut. Nah saat ini setidaknya ada beberapa tipe charger mobil listrik paling banyak digunakan, yaitu:

  • On-board charger : Yang merupakan charger mobil listrik langsung berada serta terpasang di dalam mobil.
  • Off-board charger : Kemudian ada juga off-board charger, tipe charger mobil listrik ini berada diluar bodi mobil.
READ  √ Hyundai Kona Electric 2021 : Harga, Spek, Warna & Review Terbaru

Dengan begitu, ketika ada mobil listrik dengan tipe charger on-board maka sudah bisa dipastikan bahwa mobil tersebut dapat langsung menerima arus AC PLN. Tidak dengan mobil listrik tipe off-board, karena mobil listrik jenis ini harus menggunakan arus searah pada bagian charging portnya.

6. Transmission

Transmission

Sama halnya dengan komponen mesin mobil konvensional, mobil listrik juga punya komponen pendukung bernama transmission atau transmisi. Fungsi utamanya sebagai pengatur atau pentransfer daya mekanis yang didapat dari motor traksi ke bagian roda agar dapat berputar.

7. DC Converter

DC Converter

Selain itu ada pula komponen mobil listrik lain bernam DC Converter. Sesuai namanya, komponen ini punya fungsi sebagai pengubah daya atau arus listrik DC bertegangan tinggi yang didapat dari baterai pack menjadi tegangan lebih rendah.

Hal ini diperlukan agar berbagai macam komponen yang ada di dalam rangkaian mobil listrik dengan kebutuhan arus daya rendah tetap dapat tersupply. Selain itu fungsi lain dari DC Converter yakni sebagai media pengisi ulang baterai agar arus dan tegangan tetap stabil.

8. Auxiliary Battery

Auxiliary Battery

Lalu komponen mobil listrik lain yang perlu kalian ketahui yakni Auxiliary Battery. Ini merupakan sebuah baterai tambahan sebagai sumber listrik auxiliary.

Fungsi utama dari komponen satu ini yakni sebagai penyedia daya atau aliran arus listrik cadangan untuk dipakai menghidupkan berbagai aksesoris mobil seperti wiper, alarm mobil, ac mobil serta lainnya.

9. Thermal System – Cooling

Thermal System – Cooling

Dan tidak tertinggal ada pula komponen yang bertugas sebagai pendingin atau cooling bernama Thermal System. Sesuai namanya, fungsi dari komponen ini sebagai pendingin suhu dan menjaga kondisi suhu operasi agar tetap sesuai dengan tipe mesin yang dipakai.

Termasuk juga untuk tetap menjaga kondisi motor traksi, serta komponen elektronik daya serta komponen lain agar tetap dalam suhu normal meski mobil digunakan dalam jarak tempuh yang jauh.

10. Charger Port

Charger Port

Lalu komponen terakhir mobil listrik yang perlu kalian ketahui adalah charger port. Komponen ini digunakan sebagai titik pusat pengisian daya. Atau dengan kata lain sebagai bagian yang akan terhubung dengan catu daya eksternal untuk proses pengisian daya baterai pack.

Akhir Kata

Dari penjelasan diatas, semoga kalian akan lebih paham lagi dengan bagian-bagian atau komponen mobil listrik utama dan pendukung. Kiranya sekian dulu informasi yang kali ini dapat otoflik.com sampaikan, semoga bisa bermanfaat.

Tags: ,